ah sudahlah

January 27th, 2008 by obel04

Kemarin, g mendengar pembicaraan anak-anak JDP II di dekat g. Kayanya salah satu dari mereka mau memulai hubungan jarak jauh dengan pacarnya. Temannya langsung bilang, "Gak usah deh. It’s not worth it. Elo tau kan, cowok itu punya kecenderungan besar untuk selingkuh."
Gila, mendengar itu g langsung pengen berdiri dan maki-maki dia. Selain karena g cowo, g jugalah yang dikhianatin sama orang yang g cintai. Si dia yang selingkuh dan dengan bangganya mengakuinya ke g. Emang sakit tuh orang. *Bagi yang bingung, si dia memutuskan untuk berpisah dengan g untuk jadian ama cowo lain*
Jadi siapa sebenarnya yang punya kecenderungan besar untuk selingkuh? Laki-laki atau perempuan?
Ah…Sudahlah

liverpool quotes

March 21st, 2007 by obel04

Buat g, Liverpool adalah klub terhebat di dunia. Munyuk dan Chelshit takluk di tangan the Reds…Berikut ini beberapa quote dari pemain dan pelatih liverpool atau pelatih dan pemain tentang liverpool:

- What do I say to them in the dressing-room? Nothing really. Most of the time I don’t even know what they are going to do myself. (Kenny Dalglish, manajer)

- The people who come to watch us play, who love the team and regard it as part of their lives, would never appreciate Liverpool having a huge balance in the bank. They want every asset we possess to be wearing a red shirt. (Kenny Dalglish, manajer)

- Management is a seven-days-a-week job. The Intensity of it takes it toll on your health. Some people want to go on for ever, and I obviously don’t. (Kenny Dalglish when leaving Liverpool)

- Of all the players I have played alongside, managed and coached in more than 40 years at Anfield, he is the most talented. (Bob Paisley about Kenny Dalglish)

- How can I think of leaving Liverpool after a night like this? (Steven Gerrard after beating AC Milan to win European Cup, 26 May 2006)

- To me he is one of the best midfielders in the world. He is an excellent player. (Pele about Steven Gerrard)

- He is, in my opinion, the best midfielder in the world, and has a track record for delivering on the big occasions. (Graham Taylor about Steven Gerrard)

- He has become the most influential player in England, bar none. Not that Vieira lacks anything, but Gerrard does more. (Sir Alex Ferguson about Steven Gerrard)

- We are preparing a special weightlifting plan for Gerrard’s shoulders because we want him to lift a lot of trophies for us in the next few years. (Rafael Benitez, manager)

- "Barnes, Rush, Barnes…still John Barnes….Collymore closing IIIINNNN! Liverpool lead in stoppage time!" (Martin Tyler giving the Sky Sports lip-mic a real bashing as Liverpool secure a famous 4-3 win over Newcastle in 1996)

- "They are in the final and from my heart I hope they win it. The night belongs to them and I don’t want to criticise them" (Jose Mourinho on Liverpool in Europe)

- "I felt the power of Anfield, it was magnificent" (Jose Mourinho, Chelsea Manager)

‘The Dudek Dance’ Goyang Istanbul Lagi

December 7th, 2006 by obel04

MALAM itu 25 Mei 2005. Di Stadion Olimpiade Ataturk Istanbul, Turki, berlangsung final Liga Champions antara klub Inggris Liverpool dan AC Milan. Babak pertama berakhir, Rossoneri–julukan AC Milan–siap berpesta. Mereka unggul 3-0 berkat gol dari sang kapten Paolo Maldini dan dua gol striker Argentina Hernan Crespo. Namun, the Reds–julukan Liverpool–tidak menyerah. Di babak kedua, mereka membalas dengan menjebol gawang Milan yang dikawal kiper Brasil Dida sebanyak tiga kali hanya dalam tempo tujuh menit.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim gagal mencetak gol penentu kemenangan. Akhirnya, pertandingan ditentukan dengan adu penalti. Saat tos-tosan itu seorang pahlawan lahir. Penjaga gawang Liverpool asal Polandia Jerzy Dudek sukses menahan tendangan dua algojo Milan.

Tim asal Merseyside itu menjadi jawara Liga Champions 2005.

Dudek dielu-elukan sebagai pahlawan the Reds. Bahkan sebuah band asal kota kelahiran the Beatles itu menciptakan lagu. Tembang khusus untuk mengenang aksi sang kiper yang menjadi terkenal dengan the Dudek Dance–gerakan ke kiri dan kanan di bawah mistar ketika menahan tendangan eksekutor-eksekutor AC Milan.

Namun, akibat cedera siku yang mendera, kiper yang dijuluki the Dude oleh pendukung Liverpool itu seakan telah terlupakan. Posisi di bawah mistar gawang the Reds diambil alih penjaga gawang Spanyol Jose Manuel Reina. Nama Dudek tenggelam.

Dini hari WIB nanti, Liverpool akan kembali bertandang ke Istanbul untuk berlaga dalam pertandingan terakhir di Grup C melawan Galatasaray. Arsitek Liverpool Rafael Benitez bak ingin mengulang kembali kesuksesan Liverpool di ajang Liga Champions 2005 dengan menurunkan sang pahlawan.

Keputusan tersebut mungkin disebabkan pertandingan ini sudah tidak berarti bagi tim asal kota pelabuhan itu. Apa pun hasilnya, Steven Gerrard dan kawan-kawan sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya.

Namun, hal itu tidak menjadi masalah untuk Dudek. Penjaga gawang kelahiran Rybnik, 23 Maret 1973 ini mengatakan kembali bermain di tempat ia dinobatkan sebagai pahlawan the Reds membuatnya bergairah.

"Bagi saya dan semua pendukung Liverpool, bermain lagi di Istanbul akan membangkitkan kenangan yang sangat manis. Kita lihat apa yang terjadi. Pelatih akan menentukan starting line-up satu jam sebelum pertandingan. Namun, saya siap jika diturunkan," ujar mantan penjaga gawang Feyenoord tersebut.

"Saya menunggu kesempatan untuk bersinar. Saya telah bekerja keras dan selalu siap untuk tampil. Seandainya saya diturunkan di Istanbul, itu bukan hanya manis buat saya, melainkan juga untuk semua orang. Kami sudah memastikan diri menjadi juara grup maka kami bisa tampil tanpa beban," imbuh pemain yang memulai debut sepak bolanya bersama klub lokal Sokol Tychy.

Sebanyak 5.000 pendukung Liverpool akan menyerbu kota terpadat di Turki tersebut. Mereka mengharap Dudek yang terlupakan akan kembali ke permainan terbaik. Membuka kesempatan pula untuk kembali menjadi pahlawan kemenangan bagi the Reds. (Basuki Eka Purnama/R-1)

diterbitkan media Indonesia, 5 Desember 2006, menjelang laga Liverpool melawan Galatasaray

hari pertama di olahraga

November 13th, 2006 by obel04

Akhirnya tercapai juga balik ke kompartemen olahraga. Tapi, ternyata tidak semulus yang diduga. Sekitar pukul 13.00, HP-ku berdering. Nomor yang tertera di layar 582…., nomor kantor. Siapa nih? Ternyata redaktur di kompartemen sebelumnya.
"10-2?", ujarnya.
"Di KONI. Liputan," jawabku
"Kok bisa? Kan SK-nya belum ada," katanya bingung.
Aku juga ikut bingung. Ah, biarin aja, itu kan masalah para pembesar yang terlalu lama mengeluarkan SK soal kepindahan reporter-reporter kompartemen yang dikurangi halamannya itu.
Pukul 16.00 bergerak dari senayan menuju kantor. Samapi di kantor pukul 17 lewat sedikit, langsung dapat tugas nulis tentang sepak terjang Ronaldinho dan Van Nistelrooy serta kemenangan Inter Milan. Berita yang didapat di lapangan terpaksa dibuang ke laut.
Sekitar pukul 21.30, redaktur kompartemen sebelumnya mendatangiku. Katanya kontrak penulis cerita anak bahasa inggris untuk media anak sudah habis kontraknya. Ia kemudian memintaku membuat tulisan anak berbahasa inggris. MAMPUS.
Meski dengan rayuan. Katanya bahasa Inggrisku bagus. Pasti bisa katanya. Tetap saja MAMPUS!
Hari pertama di olahraga ternyata tidak terlalu membahagiakan

-Media Indonesia, 13 November 2006-

Teknologi memudahkan silaturahmi

October 25th, 2006 by obel04

SEMAKIN majunya teknologi membawa berbagai kemudahan bagi umat manusia. Pada tahun 1980-an, siapa yang membayangkan kalau membawa telepon ke mana pun kita pergi akan menjadi hal yang biasa. Teknologi ini pun membuat silaturahmi Lebaran menjadi semakin mudah.
Dulu, sekitar seminggu sebelum Lebaran, kita akan disibukkan dengan kegiatan berburu kartu ucapan Lebaran. Kantor pos pun akan kerepotan untuk mengirimkan kartu tersebut ke berbagai alamat yang ada di seluruh pelosok negeri. Kini, bermodalkan sebuah ponsel, Anda bisa mengirimkan ucapan selamat Lebaran ke semua anggota keluarga dan relasi Anda melalui short message service (SMS).
Pada hari Lebaran, jumlah SMS yang dikirimkan oleh para pengguna ponsel memang mengalami peningkatan yang sangat tajam. Budi Primawan, Manajer Humas XL, mengatakan selama Lebaran terjadi peningkatan jumlah SMS yang terkirim. Tahun lalu, jumlah SMS yang dikirimkan pada hari pertama Lebaran mencapai angka 48 juta, jauh lebih banyak dibandingkan pada hari biasa yang hanya berjumlah 19 juta SMS per hari.
Provider telepon seluler lainnya, Indosat juga melaporkan hal yang sama. Adita Irawati, humas Indosat, mengatakan terjadi peningkatan sampai dua kali lipat dari yang biasanya hanya 45 sampai 60 juta SMS per hari.
Sementara itu, Suryo Hadiyanto, Humas Telkomsel, mengatakan Lebaran tahun lalu, SMS yang dikirimkan sekitar 125 juta SMS. "Tahun ini diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat sebanyak 200%-300% dari jumlah SMS normal per hari yang berjumlah 90 juta SMS," ungkapnya.
Para provider telepon seluler tersebut juga menyatakan siap menghadapi peningkatan jumlah SMS tersebut. Budi mengatakan pihaknya sudah meningkatkan jumlah kapasitas SMS sejak awal September menjadi dua kali lipat untuk mencegah terjadinya pengantrean atau keterlambatan pengiriman SMS pada hari raya Lebaran. Adita juga menyatakan hal yang sama. Indosat sudah meningkatkan kapasitas SMS menjadi 250 juta SMS mulai dari sekarang. Selain itu, mereka juga memperkuat coverage area dan kualitas base transceiver station (BTS). Telkomsel juga melakukan hal yang sama. Mereka telah menyiapkan SMS Center yang mempunyai kemampuan 1,2 miliar SMS per hari atau 14.500 SMS per detik.

‘E-Cards’
Selain mengirimkan ucapan selamat Lebaran melalui SMS, e-cards juga bisa dijadikan pilihan. Internet dijadikan pilihan untuk saling bersilaturahmi. Selain gratis, e-cards juga sangat menarik. Namun, kelemahannya yang dikirimi e-cards harus memiliki e-mail. Jenis layanan e-cards ini banyak terdapat di internet. Untuk memilihnya, Anda tinggi mengetik kata ‘e-cards’ di situs mesin pencari.
Secara umum, ada lima jenis e-cards. Yang pertama biasa disebut postcard. Jenis ini hanya menggunakan gambar yang statis. Kedua, animated, yang mirip dengan postcard namun mempunyai pergerakan yang repetitif. Ketiga, Javascrip postcard, yang mengabungkan E-cards tipe postcard dengan animasi berbasis program Javascript. Keempat, Flash Animated E-cards yang menggunakan software Macromedia Flash. Dan, yang terbaru adalah talking greeting cards.
Jenis yang terakhir ini cukup menarik karena menggunakan suara kita sendiri untuk mengucapkan selamat hari raya kepada kerabat. Namun, untuk mengirimkan e-cards jenis ini, Anda harus mengeluarkan biaya tertentu. Anda pertama harus menjadi anggota situs pengirim e-cards jenis ini. Di salah satu situs layanan e-cards ini, cardfountain.com, Anda harus merogoh kocek sebesar US$14 setahun untuk menjadi anggota.
Selain SMS, teknologi multimedia message (MMS) bisa juga dijadikan pilihan untuk mengucapkan selamat Lebaran bagi kerabat. Melalui MMS ini, Anda bisa mengirimkan gambar, suara, serta video. Namun, menurut para provider telepon seluler, sampai sekarang MMS belum populer. Menurut Budi, Humas XL, hal ini mungkin karena belum banyak orang yang mempunyai ponsel dengan fasilitas MMS ini. Namun, pihaknya mengaku telah siap jika ada peningkatan pengiriman MMS saat Lebaran nanti. (BP/M-2)

Kontroversi Tradisi Tahunan

October 9th, 2006 by obel04

SEJAK hadiah Nobel pertama diberikan pada 1901, hadiah yang berbentuk medali emas ini telah dihantam kritik dan berbagai kontroversi. Kontroversi seputar hadiah Nobel ini seputar orang yang dianggap layak menerima namun tidak pernah mendapatkannya. Selain itu, standar penilaian dianggap selalu berubah-ubah dan nominasi-nominasi penerima hadiah Nobel menimbulkan tanda tanya. Kontroversi lainnya adalah hadiah Nobel tidak bisa diberikan <i>post humous<p> (setelah meninggal). Artinya banyak sekali orang yang berhak mendapatkan hadiah Nobel tidak bisa mendapatkannya karena mereka sudah meninggal sebelum karya mereka diakui.
Namun, tidak bisa dimungkiri hadiah yang diberikan berdasarkan surat wasiat Alfred Nobel, ini dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi mereka yang berkecimpung di bidangnya masing-masing.
Hadiah Nobel itu diberikan kepada orang (atau organisasi untuk Nobel Perdamaian) yang telah melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau alat yang mutakhir atau memberikan kontribusi yang hebat dalam bidang fisika, kimia, sastra, perdamaian, dan kesehatan atau fisiologi.
Hadiah Nobel yang paling sering menimbulkan kontroversi adalah Nobel Perdamaian. Alasannya, penerima Nobel ini kebanyakan adalah aktor politik yang kontroversial. Selain itu, Nobel Perdamaian juga selalu menarik perhatian publik pada suatu konflik yang sedang terjadi baik internasional maupun nasional.
Hal ini menyebabkan Nobel Perdamaian dipandang oleh pihak berwenang suatu negara sebagai suatu bentuk intervensi. Contohnya, pemberian Nobel Perdamaian untuk aktivis HAM asal Myanmar Aung San Suu Kyi pada 1991. Bahkan kala itu, Suu Kyi tidak diperbolehkan meninggalkan Myanmar untuk menerima hadiah Nobel tersebut. Akhirnya hadiah Nobel tersebut diterima anak-anaknya Alexander dan Kim.
Orang lain yang menimbulkan kontroversi karena mendapat hadiah Nobel Perdamaian adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Theodore Roosevelt. Roosevelt ketika menerima Nobel Perdamaian pada 1906 adalah negarawan pertama yang menerima Nobel Perdamaian. Banyak orang yang berpendapat Roosevelt tidak layak menerima penghargaan tersebut.
Roosevelt menerima Nobel Perdamaian karena perannya sebagai mediator dalam mendamaikan perang antara Jepang dan Rusia di tahun 1905. Namun, Roosevelt bukanlah agen perdamaian meski ia memimpikan suatu dunia beradab yang damai. Kala AS berperang dengan Spanyol (1898), ia memimpin pasukan kavaleri AS di Kuba. Kemudian ketika ia terpilih sebagai presiden, ambisinya menjadikan AS sebagai negara terkuat di dunia. Roosevelt kemudian mengerahkan kekuatan militer untuk menghancurkan lawan-lawannya terutama di wilayah Karibia. Bahkan salah satu koran ternama di AS, <i>The New York Times<p> mengomentari pemberian Nobel Perdamaian tersebut. "Dunia tersenyum ketika Nobel Perdamaian diberikan kepada warga negara dunia yang paling gemar berperang."
Menurut beberapa pengamat, pemberian hadiah Nobel untuk Roosevelt ini hanya dilakukan untuk menjadikan AS sebagai sahabat Norwegia.
Masih banyak lagi berbagai kontroversi seputar pemberian nobel. Misalnya Thomas Alfa Edison dan Nikola Tesla tidak pernah mendapatkan Nobel untuk karya mereka di bidang fisika. Hal ini karena keduanya bermusuhan dan saling sikut untuk mendapatkan hadiah Nobel. Keduanya juga bersumpah tidak mau menerima hadiah Nobel jika satu di antara mereka mendapatkannya lebih dulu.
Meski penuh kontroversi, hadiah Nobel tetap merupakan penghargaan serta pengakuan tertinggi bagi karya-karya anak manusia sedunia. Entah kapan ada putra Indonesia yang akan mendapatkan koin emas tersebut. (BP/M-2)

Raih Tiga Nobel,Ilmuwan AS Tetap Khawatir

October 9th, 2006 by obel04

——–TAICHING—————
Amerika Serikat (AS) kembali sukses memborong seluruh hadiah Nobel 2006 bidang ilmu pengetahuan. Namun, kesuksesan itu tidak bisa menutupi kekhawatiran ilmuwan AS.

———————————

TIGA hadiah Nobel yang diraih ilmuwan AS itu adalah bidang kimia, fisika, dan kesehatan. Hadiah Nobel bidang Kimia diraih Roger Kornberg untuk penelitiannya mengenai suatu proses yang disebut transkripsi genetik. Penelitian yang dilakukan Kornberg ini berdasarkan penelitian ayahnya yang juga memenangkan hadiah Nobel.
Sedangkan Nobel bidang Fisika diraih ilmuwan AS lainnya, John Mather dan George Smoot. Keduanya melakukan penelitian yang hasilnya memperkuat teori <i>Big Bang<p> mengenai asal usul alam semesta. Selain itu, Andrew Fire dan Craig Mello memenangkan Nobel bidang Kesehatan untuk penemuan mereka tentang malfungsi gen. Penemuan mereka diramalkan akan memunculkan berbagai terapi baru di bidang kesehatan.
Walau sukses memborong habis tiga Nobel bidang ilmu pengetahuan, ilmuwan AS tetap khawatir akan masa depan penelitian di AS. Menurut mereka, AS telah terbuai dengan berbagai kenikmatan yang mereka miliki sehingga pendanaan dan niat untuk terus belajar semakin berkurang.
"Hadiah Nobel hanyalah satu dari berbagai parameter yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat penerapan ilmu pengetahuan dan pendidikan suatu negara," ujar Ralph Cicerone, Presiden The National Academy of Science.
Menurutnya, AS masih merasakan keuntungan dari berbagai investasi yang mereka lakukan di berbagai universitas dan laboratorium milik pemerintah selepas Perang Dunia II.
"Negara lain kini mulai membangun sistem pendidikan dan kemampuan riset mereka. Sebentar lagi hadiah Nobel pasti bisa diraih oleh negara-negara lain selain AS."
Kritik yang tidak jauh berbeda juga dilontarkan Mello, usai diumumkan sebagai pemenang Nobel bidang Kesehatan 2006. Menurutnya, keengganan pemerintah AS untuk mengucurkan dana untuk melakukan berbagai penelitian medis menyebabkan banyak orang menjadi korban sia-sia. "Banyak sekali kesempatan bagi kita untuk menemukan obat atau metode untuk mengatasi berbagai penyakit yang ada namun sayangnya pemerintah tidak mau mengeluarkan uang untuk melakukan berbagai penelitian yang dibutuhkan. Konsekuensinya, banyak orang meninggal yang seharusnya bisa kita selamatkan," seru Mello.
Arthur Kornberg, pemenang Nobel bidang Kesehatan 1959 dan ayah pemenang Nobel bidang Kimia 2006, juga mengungkapkan kekecewaan yang sama mengenai kurangnya dana dari pemerintah. "Banyak ilmuwan muda yang akan lari ke tempat lain karena kurangnya pendanaan dari pemerintah."
Masalah ini sebenarnya sudah diendus The National Academy of Sciences sejak 2005. Mereka mengirim surat kepada senat AS yang berisi peringatan bahwa superioritas AS di bidang ilmu pengetahuan tengah terancam.
Semakin sedikitnya anak muda AS yang tertarik dengan bidang ilmu pengetahuan menyebabkan AS sangat tergantung pada insinyur-insinyur serta ilmuwan asing. Lebih dari 38 persen ilmuwan atau insinyur yang bekerja di AS adalah orang asing.
Di tahun 2003, 59% gelar S-3 untuk bidang teknik diberikan kepada orang asing. Bukti lainnya bahwa AS mulai tertinggal adalah pelajar AS hanya mampu menduduki rangking 27 dalam suatu kontes matematika internasional.
Untuk mengatasi hal ini, The National Academy of Sciences mengusulkan pemberian beasiswa untuk memancing para pelajar AS agar tertarik untuk mempelajari matematika, fisika, kimia, biologi, serta teknik. Selain itu, peningkatan anggaran untuk melakukan penelitian juga harus dilakukan oleh pemerintah AS.
Jika AS sudah merasa ketakutan mengenai masa depan mereka di bidang ilmu pengetahuan, bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya adem ayem saja. (BP/M-2)

Akie Abe Buat Politik Jepang Bergairah

October 1st, 2006 by obel04

PEREMPUAN ini sesekali mengonsumsi minuman keras. Ia juga tergila-gila dengan opera sabun, terampil menari <i>flamenco<p>, serta pernah bekerja menjadi penyiar radio. Padahal posisinya kini akan menjadi sorotan publik sedunia. Ia adalah Akie Abe, istri perdana menteri Jepang yang baru, Shinzo Abe.
Soal tampil <i>nyentrik<p> memang bukan monopoli Akie. Junichiro Koizumi, perdana menteri Jepang sebelumnya, juga tak kalah bergaya. Koizumi malah terbilang unik dengan gaya rambutnya yang tidak biasa, serta mempunyai hobi yang tidak kalah menarik, meniru Elvis Prestley. Bahkan Koizumi tidak malu meniru gaya <i>the King of Rock ‘n Roll<p> tersebut di hadapan Presiden AS George W Bush. Namun, segala keunikan tersebut tetap membuat rakyat Jepang merasa hampa. Mereka tidak mempunyai ibu negara yang bisa mereka cintai atau benci. Maklum, Koizumi memang sudah bercerai dengan istrinya.
Namun, kini penduduk ‘Negeri Matahari Terbit’ itu bisa tersenyum lagi. Sebab dalam figur Akie Abe yang penuh warna, Jepang mempunyai tempat untuk mengalihkan perhatian ketika politik tengah dirasa hambar. 
Di ajang-ajang besar dunia seperti pertemuan G-8 yang baru lalu, Jepang diwakili sosok pria kesepian. Namun, kini mereka bisa berbangga karena akan diwakili pasangan Abe. Pasangan itu terbilang sangat populer karena sudah menjadi buruan majalah gosip lokal jauh sebelum Abe menjadi perdana menteri.
Bahkan pada 2003, sebuah organisasi yang peduli terhadap masalah keluarga menempatkan pasangan Abe sebagai salah satu pasangan terbaik Jepang.
Nyonya Abe pun diramalkan tidak akan gagap menghadapi posisi barunya sebagai istri perdana menteri. Sejak Shinzo Abe terjun ke dunia politik di awal 1990, perempuan berusia 44 itu sudah tampil sebagai figur istri politikus yang baik. Berkampanye dengan semangat untuk mendukung suaminya, serta tampil dengan busana yang tepat bagi konstituen pendukung mereka di Liberal Democratic Party (LDP).
Ibu negara Jepang yang baru itu pun dikatakan akan mampu meredam perlawanan terhadap sikap politik keras suaminya. Shinzo Abe memang berencana untuk mengubah konstitusi Jepang. Sikap itu menimbulkan reaksi keras. Namun, menurut survei yang dilakukan <i>Reuters<p>, kepribadian Nyonya Abe yang menarik akan mampu meredam semuanya.
Ia memang hebat dalam menarik hati rakyat Jepang. Di akhir 1990 saat menjadi penyiar radio di Shimonoseki, kota tempat tinggal mereka, dan ketika tradisi politik Jepang mengharuskan perdana menteri untuk bersosialisasi dengan konstituennya melalui minum-minum, Akie Abe siap menggantikan peran suaminya yang sama sekali tidak suka mengonsumsi minuman keras.
Latar belakang keluarga perempuan yang menikah dengan Shinzo Abe pada 1987 itu juga berperan besar dalam perjalanan karier sang perdana menteri. Ayah Akie Abe merupakan presiden dari perusahaan cokelat dan permen terbesar Jepang, Morinaga.
Selain itu, kegemaran Nyonya Abe menonton opera sabun diperkirakan akan menarik perhatian jutaan ibu rumah tangga Jepang. Bahkan saking cintanya dengan salah satu opera sabun Korea <i>Winter Sonata<p>, ia pun belajar bahasa Korea.
Tanpa ragu ia pun memanfaatkan jabatan suaminya saat berkunjung ke Korea Selatan untuk bertemu dengan aktor idolanya di opera sabun <i>Winter Sonata<p> Park Yong-ha.
Dengan terpilihnya Shinzo Abe sebagai perdana menteri Jepang, politik negeri itu tidak akan membosankan lagi. Apalagi kini mereka punya ibu negara yang sangat menarik untuk disoroti. (BP/M-3)

Keliling Dunia Bermodal Jempol

September 24th, 2006 by obel04

Oleh: Basuki Eka Purnama

Seorang pria muda asal Prancis mempunyai mimpi. Keliling dunia tanpa mengeluarkan banyak uang. Hanya dengan jempol tangan, mimpinya jadi kenyataan.
——————taiching—————

LUDOVIC Hubler punya senjata ampuh. Dengan acungan jempol tangan, pria kelahiran 11 September 1977 ini telah menyambangi 40 negara. Perjalanan dimulai 1 Januari 2003. Berbagai transportasi dia gunakan, mulai dari menumpang mobil pribadi, truk, kapal laut, kapal kargo, juga <i>ice breaker<p>.
Bagi Ludovic, <i>hitchhiking<p>–menumpang kendaraan orang lain menuju ke suatu tempat–merupakan metode perjalanan terbaik. Cara ini efektif digunakan jika ingin mengenal dan melihat dunia lebih dekat. Di dalamnya termasuk mengenal masyarakat dan penduduk lokal.
"Dengan metode ini, Anda tidak bisa menduga akan bertemu dengan siapa. Mulai dari pekerja kantoran, petani, pendeta, bahkan penjahat sekalipun. Untuk menghadapi itu, kita butuh strategi. Bagi saya, selama tidak mengganggu, tidak masalah," ujarnya saat ditemui <i>Media Indonesia<p>, Sabtu (16/9). 
Ludovic mengenal metode <i>hitchhiking<p> pada usia 16 tahun. Saat itu, cerita pria asal Strasbrourg ini, ibunya sangat protektif dan selalu ingin mengantar ke mana pun dia pergi. Namun, ayahnya ingin melihat Ludovic menjadi pria mandiri. Lalu, sang ayah menganjurkan agar Ludovic melakukan perjalanan dengan cara menumpang. "Awalnya memang aneh. Kita harus mengacungkan jempol kepada orang yang tidak dikenal. Tapi akhirnya saya menikmati. Mula-mula hanya keliling kota, kemudian keliling Prancis dan Eropa. Saya kemudian berpikir, mengapa tidak mencoba keliling dunia?" kisahnya.
Maka, pada awal 2003, keinginan itu diwujudkan. Ludovic merasa mendapat banyak pelajaran. Bagi bungsu tiga saudara ini, <i>hitchhiking<p> merupakan sekolah kehidupan terbaik. "Memberi pelajaran tentang kegigihan, kesabaran, optimisme, keuletan, adaptasi, toleransi, dan diplomasi. Selain itu, semua pengemudi yang memberi tumpangan menjadi guru yang memberi pengetahuan baru. Perjalanan ini seperti kuliah S-3 dalam ilmu kehidupan," ujarnya.
Pria yang memiliki gelar master bisnis ini juga merasa mendapat pencerahan. Dia jadi tahu bahwa pada dasarnya semua orang di dunia baik dan jujur. Stereotip mengenai masyarakat dan bangsa yang selama ini melekat sering kali hanyalah isapan jempol. Bangsa yang identik dengan teroris misalnya, kenyataannya tidak demikian. Ludovic mengaku sangat terkesan dengan Indonesia. Menurut dia, orang-orangnya ramah dan murah senyum.
Lebih jauh dia membagi pengalaman mencari akomodasi gratis. Kunci utamanya: "Internet," jawabnya singkat.
Menganggarkan US$10 per hari, Ludovic menggunakan uang itu untuk makan dan membuka akses internet. Ia menyebutkan dua <i>website<p>, yaitu <i>www.hospitalityclub.org<p> dan <i>www.coucsurfing.com<p>. Dua situs itu ia gunakan sebagai acuan untuk mendapat tempat menginap gratis. "Isinya daftar ratusan ribu orang baik hati yang menawarkan tempat tinggal gratis bagi orang yang tengah melakukan perjalanan," katanya.
Begitulah Ludovic menyiasati transportasi dan tempat menginap. Dari Indonesia, dia akan melanjutkan perjalanan ke 14 negara lagi. Antara lain Thailand, Malaysia, China, dan Tibet, sebelum akhirnya kembali ke Prancis. Dalam perkiraan dia, perjalanan paling lambat akan berakhir Desember 2007. Semoga sukses, Ludovic! <b>(M-1)<p>

b>Perubahan Ambisi Pribadi<p>

AWALNYA, perjalanan keliling dunia menjadi ambisi pribadi Ludovic Hubler. Tapi kecintaannya pada anak-anak mengubah segalanya. "<i>I believe that children are our future<p>," katanya kepada <i>Media Indonesia<p>, saat mengadakan acara temu dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Jakarta, Sabtu (16/9).
Perubahan itulah yang mendorong Ludovic mendatangi LSM, kampus, dan sekolah-sekolah di setiap negara yang dikunjungi. Tujuannya berbagi pengalaman, menambah wawasan dan juga teman. "Setelah mendatangi beberapa negara, saya merasa perjalanan yang saya lakukan bisa dimanfaatkan untuk membawa perubahan," katanya.
Maka, mulailah pria berusia 29 tahun ini berbagi pengalaman. Dia memberikan semacam kuliah umum ke LSM, kampus, dan sekolah. Dibagi dalam dua sesi, pertama menceritakan pengalaman saat mengelilingi dunia, kedua membahas berbagai topik yang sedang hangat seperti pemanasan global, <i>fair trade<p>, kemiskinan, dan sebagainya.
Ludovic juga mempunyai <i>mentoring project<p>. Di sini ia membagi pengalaman dengan anak-anak penderita kanker. Ia menggunakan fasilitas internet untuk menjalankan proyek tersebut. Tujuannya memberi semangat dan membagi pengalaman. "Saya mengirimi mereka foto-foto perjalanan, seperti penguin, kanguru, koala, atau komodo. Selain itu saya juga memanfaatkan <i>webcam<p> untuk berkomunikasi langsung. Dengan cara ini, saya seperti mengajak mereka ikut serta dalam perjalanan," tuturnya.
Apa yang dilakukan tidak berhenti sampai di situ. Dia juga bekerja sama dengan para guru dan pembimbing anak-anak penderita kanker. Pengalaman perjalanan dijadikan bahan diskusi. Misalnya saat Ludovic menyeberangi Samudra Atlantik, anak-anak akan diajak menggambar kapal layar. Ketika berada di Antartika, para pembimbing memberi tambahan pengetahuan tentang penguin.
Belakangan, kesibukan pria Prancis ini bertambah. Saat berada di Brasil dan mengadakan kunjungan ke beberapa LSM, dia baru sadar sering kali ada tumpang tindih program. Kenyataan itu terus mengganggu pikirannya. "Andai LSM anak bisa lebih berkoordinasi, maka program yang dilaksanakan akan lebih efektif," cetusnya.
Beranjak dari pemikiran itu, Ludovic dibantu teman <i>chatting<p> dari Indonesia berinisiatif menjadi fasilitator, mengadakan pertemuan dengan LSM-LSM anak di Indonesia. Tujuannya cuma satu, supaya mereka bisa saling membicarakan program, sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Selain itu, jika ada program yang sebenarnya berhubungan, bisa disinergikan. "Intinya saling membantu," ujarnya.
Sabtu pagi saat ditemui, Ludovic tengah sibuk berbincang dengan banyak teman dari LSM. Semua kesibukan itu dilakukan, karena dia percaya, anak adalah kunci masa depan. "Kamu tidak bisa mengubah orang dewasa, sementara anak-anak itu ibarat tanah liat yang masih bisa kita bentuk menjadi lebih baik," tegasnya. <b>(M-1)<p>

Serbapertama dari Anousheh Ansari

September 24th, 2006 by obel04

SEORANG perempuan warga negara Amerika Serikat (AS) keturunan Iran memecahkan rekor sebagai turis luar angkasa perempuan pertama. Senin (18/9), Anousheh Ansari, 40, memulai perjalanannya ke luar angkasa dari Baikonur, Kazakhstan dengan menggunakan pesawat luar angkasa Soyuz TMA-9 milik Rusia.
Ansari memang sudah sejak lama bermimpi untuk terbang ke luar angkasa. Saudara Ansari, Atousa Raissyan yang hadir saat keberangkatan Ansari ke luar angkasa mengatakan sejak kecil Ansari memang sudah selalu mengungkapkan keinginannya untuk pergi ke luar angkasa. "Saya tahu ia akan berhasil melakukannya."
Fakhri Shahidi, suami Ansari pun sepakat dengan Raissyan. "Saya bahagia karena Ansari akhirnya berhasil mewujudkan impiannya. Ia selalu mengganggu saya dengan keinginannya untuk pergi ke luar angkasa. Kadang-kadang saya merasa ia ingin mengunjungi saudaranya di sana," ungkap Shahidi kepada <i>AP<p>.
Menjadi turis ke luar angkasanya ini luar biasa mahalnya. Ansari harus merogoh koceknya US$20 juta (sekitar Rp186 miliar). Pengusaha perangkat lunak asal AS ini sebenarnya tidak akan sendirian menjadi turis luar angkasa dalam keberangkatan kali. Seorang miliuner asal Jepang Daisuke Enomoto rencananya akan menemaninya. Namun batal berangkat karena suatu alasan kesehatan.
Ansari sendiri yakin petualangannya ke luar angkasa ini akan mengubah pandangannya mengenai planet Bumi. "Planet kita tercinta itu akan terlihat kecil dan tak berdaya dibandingkan seluruh alam semesta. Hal itu akan membuat kita menjadi lebih bertanggung jawab dalam mengelola Bumi."
Dalam penerbangan keluar angkasa ini, Ansari ditemani oleh kosmonaut Rusia Mikhail Tyurin dan astronaut AS Michael Lopez-Alegria. Ketiganya pun sukses berlabuh di International Space Station pada Rabu (20/9).
Selain menjadi turis luar angkasa perempuan pertama, Ansari juga menjadi yang pertama dalam dua hal lainnya. Yaitu sebagai perempuan muslim pertama dan orang Iran pertama yang pernah terbang ke luar angkasa. 
Ansari sendiri menolak julukan turis luar angkasa yang diberikan media kepadanya. Ia menyebut dirinya sebagai duta bagi pemodal swasta yang tertarik menanamkan modalnya di proyek-proyek luar angkasa. "Agar proyek eksplorasi luar angkasa bisa mengambil langkah maju, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta," ujar Ansari. 
Rekan Ansari dalam penerbangan ini, Lopez-Alegria, awalnya sangat menentang adanya turis luar angkasa. Namun, ia kemudian sadar bahwa program luar angkasa Rusia membutuhkan suntikan dana agar bisa bertahan. Salah satunya adalah dengan mengadakan program turis luar angkasa ini. "Jika program ini bisa membantu program luar angkasa Rusia, saya sangat mendukungnya. Karena tanpa program luar angkasa Rusia, program luar angkasa AS akan menjadi sia-sia," kata Lopez-Alegria.
Ansari juga berharap dirinya bisa dijadikan contoh bagi kaum muda Iran. "Semoga penerbangan saya ini bisa menjadi semacam sinar harapan bagi muda-mudi Iran dan membuat mereka memandang masa depan secara positif. Selama ini mereka selalu dicekoki dengan hal-hal yang menyesakkan seperti perang dan pertumpahan darah," tutur Ansari seperti dilansir <i>Reuters<p>. (BP/M-3)